Senin, 08 April 2013

Jodoh, Tuhan yang tentukan :)

Masih ingat dengan pernyataan milukmu kemarin? Jika memang sudah lupa, akan sedikit aku ingatkan karena pernyataan tersebut adalah point dari thread yang aku buat ini. Kurang lebih begini lah isi pernyataanmu itu "Aku tidak akan menikahimu jika aku tidak memiliki banyak uang karena aku ingin melihat kamu bahagia, cinta tidak banyak memiliki arti." Aku tanam dalam dalam pernyataan itu dalam otakku, aku coba cerna dan cari maknanya, tapi naas otakku tak cukup sampai untuk memahami kalimatmu itu.

Aku putuskan untuk menyanyakan hal yang sama seperti yang aku tanyakan padamu, jelas dengan orang yang berbeda dan lagi lagi jawaban darinya selalu jauh berbeda denganmu dan selalu berhasil membuatku mengabaikan kalimat kritismu itu

Untuk kesekian kali aku dibuat tenang olehnya, oleh kata katanya.
"Aku tidak akan menolak untuk menikahimu sekalipun profesiku hanya tukang sapu. Indraku masih sempurna, jelas untuk menafkahimu aku masih sangat sanggup, untuk menjadi orang kaya saat bersamamu pun aku jauh lebih mampu. Hanya aku satu satunya orang yang akan mampu membahagiakanmu." Tidak keluar dari mulutmu memang tapi aku anggap kalimat itu kamu yang ucap, sehingga tidak ada lagi rasa kecil hati untukku.

Otakku yang sangat pas pasan ini makin banyak bebannya, beban pertanyaan dari kalimatmu itu :
-lantas untuk apa kita menjalin hubungan selama mungkin jika akhir dari hubungan kita bukan lah pernikahan?

Ini hanya bentuk kecil pemikiranku untuk masa depanku sendiri, mungkin terlalu jauh tapi ini lah aku dengan segala perencanaanku

See you on the next thread Guys. Thanks for visited :)

Rabu, 27 Maret 2013

Ada hal yang membuat aku tak bahagia

Ada hal yang membuat aku tak bahagia

Kini, begitu banyak hal yang aku takuti, aku batasi.
Alasanku hanya satu, aku hanya tidak ingin lagi melarangmu.
Melarangmu untuk menghubungi atau behubungan dengan siapapun
Jadi, biarkan aku yang membatasi diriku, membatasi rasa cemburuku, membatasi rasa takut kehilanganku, membatasi semua rasa yang berkecamuk.
Biar aku yang merasakan ini sendiri, biar aku juga yang memahami.

Malam ini aku rasakan, aku sangat takut memelukmu seperti biasanya, seperti saat lelahku yang lainnya. Kamu tau apa sebabnya?

Tolong bantu tangan ini agar bisa kembali melingkar dibadanmu
Tolong beri kepercayaan agar bisa kembali bersandar dipundakmu
Tolong jangan sakiti aku pada bagian yang sama, pada masalah yang sama

Dan pada akhirnya, kini aku sudah mulai banyak bisa membatasi diriku sendiri
Kebahagiaanku, biar aku sendiri yang bentuk.
Kenyamanan hatiku, biar aku sendiri yang buat
Biarkan aku berada pada zona nyamanku sendiri

Untuk kamu
Nikmati saja indah bercakap dengannya
Nikmati saja panggilan manja darinya
Nikmati saja hal indah yang kalian miliki

Tentang lukaku,
Biar aku sendiri yang membalutnya






Best Regards


Mega Andiny